Jumat, 03 April 2015

Pengalaman Membaca Buku Koala Kumal


Oke, ini adalah postingan pertama saya mengenai buku. Rasanya agak jauh ya dari membahas seputar Windows Phone yang notabenenya adalah sebuah teknologi, pasangannya adalah buku. Seperti air dan api yang berusaha untuk disatukan.

Tapi sebenarnya selain menyukai teknologi, khususnya Windows Phone, saya juga suka membaca buku. Hobi ini muncul justru sewaktu saya masih kuliah. Dengan mengumpulkan uang seadanya hasil menyisihkan uang jajan, akhirnya bisa juga membeli buku.

Buku adalah jendela ilmu. Jika kita ingin berwawasan luas, bacalah buku satu atau dua jam setiap hari. Saya gak merekomendasikan buku pelajaran, karena saya kurang suka membaca buku seperti itu. Jadinya yaa seperti ini, belum pintar-pintar.

Buku pertama yang akan saya bahas adalah buku Koala Kumal dari Raditya Dika. Seorang penulis, standup comedian, sutradara, dll. Raditya Dika memang serbabisa dan sudah meluncurkan banyak buku yang kebanyakan bergenre komedi yang sedikit absurd. Oke, banyak absurdnya.

Awalnya tidak tertarik untuk membelinya. Tetapi buku itu seakan-akan menarik saya supaya untuk membelinya. "Pilih aku pilih aku", pinta buku itu.

Dan akhirnya saya menyerah. Saya membeli buku Koala Kumal dengan harga sekitar IDR 59 ribu di sebuah toko buku ternama di Bandung.

Dari yang saya baca, buku Koala Kumal ini berisi 12 bab yang tidak saling berhubungan. Masing-masing bab menceritakan kisah tersendiri dari penulisnya yang tentu saja, absurd. Mungkin kurang tepat jika disebut bab, saya lebih suka menyebutnya ada 12 cerita, karena memang tiap bab memiliki cerita sendiri.

Tapi entah selera humor saya yang aneh atau memang bukunya yang sengaja tidak dibuat terlalu lucu, saya tidak banyak tertawa ketika membaca buku ini. Faktor usia dan pola pikir mungkin? Mungkin.

Berbeda ketika waktu saya membaca buku Cinta Brontosaurus. Ketika itu saya SMP, saya meminjam buku tersebut yang dibeli oleh teman saya. Ketika menunggu kedatangan kereta di stasiun, saya tertawa terbahak-bahak sampai semua orang yang ada di stasiun melihat saya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat.

Walaupun begitu, buku Koala Kumal ini lebih banyak menceritakan patah hati dari si penulis. Berbeda ketika patah hati digambarkan dengan sedih, di Koala Kumal ini disajikan dengan humoris dan sedikit sedih. Mungkin karena Raditya Dika sudah berumur, ehm, jadinya pembawaan buku ini lebih dewasa.

Koala Kumal juga mengajarkan kita untuk selalu tetap move on. Ketika kita patah hati, menjalin cinta lagi, patah hati lagi, kita harus tetap kuat menjalani hidup. Jangan takut untuk mencinta lagi dan jangan takut untuk patah hati lagi.

Koala Kumal juga merupakan judul dari salah satu bab yang ada di buku. Jadi kamu bisa tahu apa sih arti dari Koala Kumal yang menjadi judul di buku ini dan korelasinya antara Koala Kumal dengan Raditya Dika sebagai penulis.

Sebagai pembaca dan penikmat buku, saya lebih suka menceritakan pengalaman saya sendiri ketika membaca buku seseorang. Karena saya salut dengan orang yang bisa menulis buku. Tidak mudah untuk menerbitkan sebuah buku. Perlu kerja keras, inspirasi, dan kemauan untuk menulis, menulis, dan menulis lagi.

Kamu sendiri sudah membaca buku Koala Kumal? Bagaimana pengalamanmu ketika membacanya?

About the Author

Bayu

Author & Editor

Seorang blogger yang nyambi jadi buruh pabrik. Suka sekali dengan Windows Phone, Buku, dan Kamu. Tidak terlalu fanatik.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © Bayu Blog. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com