Minggu, 05 April 2015

Sulitnya Mengumpulkan Niat untuk Berolahraga


Sering kita mendengar bahwa sangatlah penting untuk berolahraga. Menggerakan sebagian atau seluruh anggota badan agar tidak kaku. Terserah mau olahraga apa. Sepakbola, futsal, basket, bersepeda, lari, atau juga yoga. Catur juga termasuk olahraga, olahraga yang paling berat karena harus ngangkat kuda, benteng, raja.

Dahulu saya sering olahraga, khususnya futsal. Olahraga futsal banyak saya lakoni pada saat saya masih SMA. Kebetulan saya mengikuti ekstrakulikulernya dan bisa menembus tim futsal yang mewakili sekolah untuk bertanding mengikuti kejuaraan di berbagai wilayah. Tapi sayang belum pernah juara satu. Paling tinggi juara dua.

Tidak apa, yang penting bisa masuk tim utama. Hehehe.

Beranjak kuliah niat untuk berolahraga menjadi menurun. Padahal ada eskul futsal juga waktu kuliah. Dan seperti yang udah saya duga bahwa eskul waktu SMA dan kuliah sangatlah berbeda. Di perkuliahan sangat kental dengan senioritas. Juga kesibukan kuliah yang membuat saya belum bisa mengatur waktu dengan baik.

Tapi tetap saya suka olahraga, walaupun tidak sesering waktu SMA. Waktu kembali menjadi alasan ditambah tidak semua teman kuliah saya punya waktu untuk futsal. Karena tidak mungkin futsal dengan 5 atau 8 personil. Minimal 10 baru bisa bermain.

Sekarang sudah bekerja. Jarang sekali saya berolahraga. Paling-paling cuma satu minggu sekali untuk futsal. Itupun kalau ada yang ngajak. Karena tahu sendiri situasi waktu kuliah dengan sudah bekerja berbeda. Orang-orang disana lebih berfokus untuk mencari nafkah.

Tapi untungnya di pabrik tempat saya bekerja pegawainya rata-rata masih 30 tahun kebawah untuk posisi yang sama dengan saya. Jadi bisa diajak untuk futsal. Atau juga dengan pabrik lain.

Saya sempat berfikir, kalau saya jarang olahraga bisa-bisa saya sakit dan perut makin melebar. Olahraga apa yang harus saya ikuti? Nge-gym? Oh itu bukan pilihan yang tepat. Lari menjadi pilihan saya untuk berolahraga. Didukung sama cuaca panas, pastilah membuat racun-racun dalam tubuh keluar melalui keringat. Plus bau badan yang cukup membuat raut wajah seseorang berubah.

Sayangnya niat itu belum ada. Selalu terbentur oleh keinginan dan alat penunjangnya yaitu sepatu lari. Dana sudah ada, tinggal pergi ke toko olahraga buat beli sepatu. Saya yang males buat keluar. Waduh.

Begitu seterusnya. Ingin lari, ingin beli sepatu, tapi males keluar rumah. Mungkin itu salah satu efek dari jarang olahraga selain badan yang jadi gampang pegal dan sakit.

Punya cara biar olahraga gak sekedar niat?

About the Author

Bayu

Author & Editor

Seorang blogger yang nyambi jadi buruh pabrik. Suka sekali dengan Windows Phone, Buku, dan Kamu. Tidak terlalu fanatik.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © Bayu Blog. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com